A.
Pusat Keuangan
Internasional
Pusat keuangan adalah sebuah kota global yang menjadi hubungan perusahaan dan bisnis serta
tempat bagi sejumlah bank dan/atau bursa saham terkenal
di dunia. Sebuah pusat
keuangan internasional adalah sebutan umum yang menunjukkan sebuah kota sebagai peserta berpengaruh
dalam pasar keuangan internasional untuk perdagangan aset lintas negara. Sebuah
pusat perdagangan internasional (kadang disingkat IFC untuk International Financial Centre) setidaknya
memiliki sebuah bursa
saham berpengaruh dan pasar keuangan lainnya, juga
memberi pengaruh besar terhadap bank internasional.
Menurut WEF (World Economic Forum), London telah
menggantikan New
York sebagai pusat keuangan dunia meski ada klaim
berlebihan dipasar Amerika Serikat dan Eropa karena resesi.
Perbankan
internasional terkoneksi di beberapa kota yang sekaligus juga dikenal sebagai
pusat-pusat keuangan dunia. London, Tokyo, dan New York adalah pusat keuangan
yang terbesar. Setidaknya ada 3 jenis transaksi yang terjadi di pusat-pusat
keuangan tersebut, yaitu:
1.
Menyediakan dana bagi pelanggan
domestik, dengan peran klasik menjembatani antara investor/deposan dan
peminjam.
2.
Melayani pasar internasional dimana
dana domestik disalurkan kepada langganan di luar negeri disalurkan untuk
langganan domestik.
3.
Melayani pasar offshore, dimana dana
luar negeri disalurkan untuk langganan luar negeri.
Bank Internasional Terbesar di Beberapa
Negara Asia (Kecuali Jepang dan China)
|
Peringkat Dunia
|
Bank
|
Negara
|
Total Kekayaan (juta dolar AS)
|
|
74
|
National Australia Bank
|
Australia
|
97. 278
|
|
126
|
Taiwan
Cooperative Bank
|
Taiwan
|
55. 559
|
|
146
|
Korea Development Bank
|
Korea
|
44. 194
|
|
193
|
DBS Bank
|
Singapura
|
30. 936
|
|
208
|
May Bank
|
Malaysia
|
27. 843
|
|
260
|
Krung Thai
Bank
|
Thailand
|
22. 185
|
|
351
|
Bank Negara Indonesia
|
Indonesia
|
13. 964
|
|
392
|
Bank of East
Asia
|
Hong Kong
|
12. 037
|
|
473
|
Habib Bank
|
Pakistan
|
8. 572
|
|
474
|
Bank of
Baroda
|
India
|
8. 550
|
Sumber: KMPG,Top 500 Worldwide Banks 1996, dalam Mohaney,
et al. (1998:15)
Offshore
Centers
Offshore
Centers pada dasarnya merupakan suatu lokasi, biasanya negara atau
kota, yang menawarkan berbagai kemudahan untuk menarik bisnis perbankan
internasional. Ciri utama bank internasional adalah melayani transaksi dengan
(Johnson, 1993: 380):
a.
Klien domestik yang transaksinya dalam
valuta asing
b.
Klien asing yang transaksinya didominasi dalam
valuta asing maupun mata uang domestik
c.
Klien domestik yang transaksinya didominasikan
dalam mata uang asing tetapi “dicatat” atau “dibukukan” di negara lain.
Harus
diakui memang London, Tokyo dan New York masih merupakan pasar offshore
yang utama di dunia. Namun ketiga pasar ini bukan merupakan offshore
centers. Istilah“offshore centers” biasanya digunakan untuk
lokasi yang memiliki efektivitas-biaya (cost-effective) dimana
pasar uang dan modal relative baru, serta peraturan dan perundangan secara
khusus ditujukan untuk menarik perusahaan-perusahaan keuangan. Contoh offshore centers
adalah Bahamas, Cayman Islands, Bahrain, Hong Kong, Luxembrug, Panama dan
Singapura. Beberapa ciri khusus pusat-pusat ini dapat dilihat pada table.
Ciri-ciri Offshore Centers di
Karibia
|
Kemudahan perpajakan
(tax haven provisions)
|
Bermuda
|
Bahama
|
Cayman Islands
|
Netherland’s Antiles
|
|
Tidak ada pajak
|
||||
|
Pajak rendah
|
||||
|
Terbaik untuk:
Trust
Holding companies
|
||||
|
Tidak ada perjanjian pajak
|
||||
|
Perjanjian pajak dengan AS
|
||||
|
Kerahasiaan bank
|
||||
|
Penomoran rekening bank
|
||||
|
Bearer shares
|
Sumber: Johns
dalam Johnson (1993: 381)
B.
Strategi Internasional Perbankan
Strategi
internasional yang dilakukan oleh perbankan umumnya bersifat evolusioner. Tahap
evolusi perbankan internasional, menurut Giddy (1980), adalah:
à
Arm’s length international banking
Perpanjangan
tangan dari jaringan perbankan internasional terjadi bila bank domestik
meneruskan misi perbankan internasional dari negara asalnya, yaitu menerima
deposito dalam valas dan menyalurkan pinjaman internasional. Langganan utamanya
adalah importer, eksportir, turis, dan bank-bank asing.
à
Offshore banking
Dalam
tahap ini, bank menerima deposito, menyalurkan pinjaman dan menerima investasi
dariEuro Currency. Contohnya adalah bank-bank di Bahama atau Pulau
Cayman atauinternational banking facilities (IBFs) di
USA. Bank jenis offshore aktif dalam membeli dan menyalurkan
dana-dana jangaka pendek, pinjaman sindikasi dan perdagangan valas. Deposan dan
kreditur umumnya berada di negara di luar negeri asal bank tersebut.
à
Host country banking (multinational
banking)
Pada
tahap ini bank menawarkan segala jasa pelayanan di negara lain lewat cabang
dari bank induknya. Bank ini bersaing dengan bank-bank local dalam menarik
deposito dan menyalurkan kredit dalam mata uang local suatu negara.
Perkembangan
MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) menjadi Pasar Tunggal Eropa pada awal tahun 1993
terbukti membawa dampak yang signifikan terhadap struktur pasar perbankan di
negara-negara MEE. Single European Act tahun 1985 telah
menelorkan apa yang dikenal dengan Single Banking License, yaitu
peraturan yang memperbolehkan bank untuk beroperasi disemua negara anggota MEE
tanpa ijin khusus maupun harus menyuntikan modal bagi cabang-cabangnya.
Negara-negara
maju yang tergabung dalam Kelompok Sepuluh (G 10) pada tahun 1998 di Luxemburg
menandatangani persetujuan Basle Accord, yaitu kesepakatan yang
menggariskan ketentuan mengenai permodalan bank secara internasional serta
menetapkan standar minimum kecukupan modal. Permodalan bank dibagi menjadi:
a. modal inti,
yang terdiri dari saham milik pemegang saham dan cadangan;
b. modal
pelengkap, yang terdiri atas sejumlah surat-surat berharga baik yang berciri
utang maupun equity.
Menurut Basle
Accord, kecukupan modal minimum adalah 4% untuk masing-masing kategori
permodalan bank, atau 8% untuk seluruh modal bank, pada akhir tahun 1992.
C.
Jenis Perbankan Internasional
1. Bank Koresponden (Correspondent
Banks)
Bank
koresponden adalah bank yang berlokasi di negara lain dan memberikan jasa
kepada bank lain secara “koresponden”, yaitu lewat fax, telex, surat dan
hubungan
mutual deposit. Manfaat bagi kalangan bisnis adalah
kemampuan menangani masalah financial di berbagai negara lewat bank local yang
paham betul dengan langganan di negara tersebut. Masalah yang mungkin muncul
bila mengandalkan bank korespoden adalah bank koresponden dapat saja tidak
memprioritaskan bank langganan di luar negeri dan lebih memprioritaskan pada
langganan permanen di negerinya.
2. Kantor Perwakilan (Representative
Offices)
Kantor
perwakilan adalah kantor
kecil yang dibuka untuk memberikan jasa konsultasi kepada bank, langganan,
serta bank koresponden. Tujuan suatu bank mendirikan kantor perwakilan di
negara lain terutama untuk membantu langganan bank induk apabila mereka
melakukan bisnis di negara tersebut atau negara tetangga.
3. Kantor Cabang (Branch Banks)
Kantor
cabang di luar negeri merupakan bagian operasi dari bank induk dengan dukungan
sumber daya sepenuhnya dari bank induk. Bank semacam ini terkena dua peraturan
perbankan. Sebagai bagian dari bank induk, cabang harus mengikuti peraturan di
negara asalnya. Selain itu, cabang juga terkena peraturan di negara mana dia
berada, yang bisa saja mengenakan berbagai pembatasan atas operasi usahanya.
Manfaat utama menggunakan cabang bank bagi kalangan
bisnis adalah bahwa cabang bank tersebut akan melakukan semua jasa perbankan di
bawah nama dan kewajiban hukum dari bank induknya.
4. Banking Subsidiaries
Bank
semacam ini merupakan bank yang terpisah namun dimiliki seluruh atau sebagian
besar sahamnya oleh bank induk (asing). Sebagai perusahaan yang terpisah, bank
ini wajib tunduk dengan semua peraturan di negara mana ia berada.
5. Bank Afiliasi (Affiliates)
Bank
afiliasi adalah bank yang secara lokal terpisah dan dimiliki sebagian, namun
tidak selalu dikontrol oleh bank asing. Kepemilikan lainnya mungkin saja lokal,
ataupun dari bank asing lain. Keuntungan utama bank afiliasi adalah hubungan
patungan antarberbagai kewarganegaraan. Bank ini menawarkan keahlian dari dua
atau lebih pemilik. Bank afiliasi tetap menjaga status sebagai bank lokal
dengan kepemilikan dan manajemen lokal, namun juga terus melanjutkan hubungan
permanen dengan pemilik asing, termasuk kemampuan menyerap keahlia
internasional dari pemilik asing. Kerugian potensial yang mungkin muncul
biasanya sama seperti patungan pada umumnya: Beberapa pemilik tidak setuju terhadap suatu kebijakan.
D.
Perbandingan Pelayanan Bank
Internasional
ü Sistem Transfer
Giro
Kata “giro”
berasal dari bahasa Yunani “gyros” , yang berarti lingkaran atau putaran.
Sistem giro adalah jaringan transfer uang, yang biasanya dijalankan oleh kantor
pos, yang ditujukan untuk mempermudah transfer. Rekening giro tidak mendapatkan bunga,
perangko gratis, dan biaya transaksi bisa gratis atau sangat nominal.
ü Menghitung
Biaya Bunga
Biaya bunga lokal dapat dihitung dalam berbagai cara. Di Eropa bank cenderung
meminjamkan uang atas dasar overdraft, di mana peminjam menarik uang ”melawan”
garis kredit yang telah dilakukan sebelumnya. Biaya bunga dikenakan pada
overdraft balance setiap hari. Peminjam hanya membayar bunga atas dana yang
digunakan.
ü Jasa-jasa yang
Ditawarkan
Bank yang
beroperasi secara global melayani berbagai macam jasa sebagaimana bank lokal.
Bank internasional biasanya lebih canggih dalam pembiayaan impor dan ekspor
serta menangani transaksi valas, menawarkan bantuan menarik dana, lebih
berpengalaman, dan tertarik untuk membantu pembiayaan industrial dalam jangka
menengah dan panjang.
E.
Resiko Pinjaman Internasional Kepada
Negara Sedang Berkembang
Memperkirakan resiko pinjaman internasional biasanya lebih kompleks dibanding
pinjaman dalam negeri, terutama karena perbankan internasional dilakukan dalam
lingkungan hukum, politik, sosial, dan ekonomi yang berbeda. Pinjaman perbankan
bagi NSB (Negara Sedang Berkembang) tumbuh sangat cepat sejak awal 1980-an.
Pada musim panas tahun 1982, pasar-pasar keuangan internasional digoncang oleh
“wabah” berupa tidak mampunya sejumlah NSB membayar utang-utang mereka kepada
sejumlah bank-bank utama. Inilah yang menandai munculnya krisis utang
internasional. Akibatnya, setelah itu pinjaman ke NSB dihentikan secara cepat,
setidaknya jauh berkurang dibanding masa sebelum krisis utang meluas.
Oleh karena itu resiko yang dihadapi oleh pinjaman internasional
dapat digolongkan menjadi:
1. Resiko komersial (commercial risk)
Resiko ini terutama berkaitan dengan kemungkinan perkiraan bahwa langganan
internasional tidak mampu membayar utang-utangnya karena alasan bisnis.
2. Resiko negara (country risk)
Resiko ini menunjukan kemungkinan bahwa peristiwa-peristiwa yang tidak
diinginkan di suatu negara akan mempengaruhi kemampuan perusahaan/pemerintah,
yang menjadi langganan bank, dalam melunasi pinjamannya. Resiko negara
dibedakan menjadi:
a) Sovereign/political risk, yang muncul
karena negara yang bersangkutan menggunakan kekuasaannya untuk ngemplang utang,
atau mungkin melarang perusahaan-perusahaan di negara tersebut untuk melunasi
kewajibannya.
b) Foreign currency risk, yang muncul
karena terjadi perubahan yang tidak diharapkan dalam kurs valas yang pada
gilirannya mengubah nilai pembayaran bunga dan pinjaman oleh peminjam
internasional.
BalasHapusSaya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut
Ini juga bukan penipuan kan
BalasHapusManfaat perbankan internasional bagi pertumbuhan ekonomi indonesia ?
BalasHapus